“Pak Arga, kenapa Anda masih ingin melanjutkan akal-akalan tidak berguna ini sih?” tanya Alya sambil menghempaskan gelas kosongnya ke atas meja makan dengan kasar.Napas Alya naik-turun menahan rasa dongkol yang mendadak meluap di dadanya. Kabar bahwa dia harus ikut ke rumah utama keluarga Mahendra esok sore benar-benar merusak sisa ketenangannya malam ini.Hubungan mereka di kantor sudah cukup rumit, dan sekarang dia harus diseret masuk ke dalam pusaran masalah keluarga konglomerat itu.“Semua ini sudah tidak berguna lagi, Pak,” cerca Alya ketika melihat Arga hanya diam menatapnya dengan pandangan mata elang yang datar. “Anda kan sudah membentuk tim tugas resmi di kantor siang tadi. Jadi kita tidak perlu berpura-pura menjadi sepasang kekasih lagi di depan siapa pun! Urusan bumbu mi nyemek itu sudah aman di bawah nama proyek resmi perusahaan!”“Untuk masalah tim tugas di kantor, memang sudah tidak ada masalah, Alya,” jawab Arga dengan nada suara yang berat, tenang, dan tetap memancark
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-23 Mehr lesen