Alya membeku kaku dalam kurungan sepasang lengan kokoh Arga. Kata-kata yang baru saja lolos dari bibir tebal pria itu berputar gila-gilaan di dalam kepalanya, membuat pasokan oksigen di dadanya mendadak menguap tanpa sisa. Aku mencintaimu. Kalimat itu terdengar begitu indah, namun di saat yang sama terasa seperti hantaman palu besar yang meremukkan seluruh benteng pertahanannya.‘Gila … ini beneran salah. Ini dosa besar,’ jerit Alya di dalam batinnya yang seketika hancur lebur dirundung rasa takut yang luar biasa dahsyat.Rentetan kalimat ancaman Ratih di taman belakang rumah utama malam itu kembali berdenging kencang, menghancurkan sisa-sisa kebahagiaan yang sempat meletup di ulu hatinya. Status sebagai saudara tiri seperti belenggu tak kasat mata yang mencekik lehernya. Alya tahu, jika dia membalas perasaan pria di depannya ini, dia tidak hanya akan merusak harga dirinya sendiri, tetapi juga akan menyeret karier, nama baik, dan masa
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-16 Mehr lesen