Kesadaran Banyu dipaksa kembali karena pertanyaan Marni lagi. Ia merasa jika Marni semakin berani untuk menggodanya secara terang-terangan. Urat malu Marni seolah hilang ditelan gairah liar yang entah sejak kapan gadis itu mengenalnya. "Jangan terlalu lama berpikir, Kang. Marni udah pegel nih nungguin jawaban Kang Banyu. Jarang-jarang loh, Kang saya nawarin pria untuk diajak mandi bareng." Banyu tertawa sinis, matanya melirik sinis pada Marni yang masih memamerkan sisa-sisa senyum centilnya. Pria itu menyapu sisa air di dadanya dengan telapak tangan, mengusap leher tegapnya tanpa ada niat sedikit pun untuk bergerak mendekati pelayan itu. "Mandi saja sendiri, Mar. Kali masih luas, airnya tidak akan habis cuma gara-gara kamu pakai sendirian," sahut Banyu tenang, namun suaranya telak menampar harga diri Marni. "Lagipula, aku tidak tertarik membuang tenaga untuk sesuatu yang disodorkan sembarangan di pinggir kali." Wajah Marni seketika berubah. Senyum godaannya memudar, tergantikan g
Last Updated : 2026-09-08 Read more