"Apa tidak bisa lebih lama lagi, Kangmas? Masa cuma sebentar," protes Wening, istri Jayendra. Wanita berparas ayu yang hanya berbalut kain jarik sebatas dada itu merengek, enggan ditinggal secepat itu oleh sang suami. "Aku loh, belum puas."Di dekat sana, Banyu—kusir Jayendra sempat menoleh ke arah majikannya yang tengah berdiri di ambang pintu gapura. Namun, manik hitamnya tak sengaja menangkap gundukan indah yang menyembul di balik kain jarik istri majikannya. Ia tahu diri, jika terus menatap aset sang majikan sama saja dengan mengundang golok melingkar di lehernya."Waduh, Ndoro Ayu ini sengaja atau lupa sih? Kok keluar cuma pakai kain. Mana kelihatan lagi. Ini sih namanya menggoda iman duda yang hampir berkarat ini," batin Banyu. "Tidak dilihat sayang, dilihat nyawa bisa melayang," gumam Banyu seraya mengelus leher kuda yang menarik kereta milik Juragan Jayendra."Besok malam bisa kita lanjut lagi. Siang ini Kangmas harus ke Kadipaten karena ada barang dagangan baru yang masuk. K
最終更新日 : 2026-07-30 続きを読む