"kamu harus jaga kandungan Marni, Jayendra. Biarpun anak itu berasal dari seorang pelayan, anak itu tetap darah dagingmu, terap cucu ibu." Jayendra hanya mendengkus mendengar permintaan ibunya. Hubungannya dengan Marni, sejak awal hanya untuk meluapkan hasratnya saja. Tidak lebih, bahkan tidak pernah terbesit di pikirannya untuk menikahi ataupun menjadikannya selir. "Dan juga, mengenai lamaranmu pada Kanti, Ibu dan Kanti sepakat untuk menunda lamaran itu beberapa bulan lagi," imbuhnya kemudian. Banyu menarik napasnya panjang. "Kenapa Kanjeng Ibu harus repot-repot memikirkannya. Bukankah akan lebih mudah kalau Marni kita kirim ke desa lain dan berikan uang. Hubunganku dengan Wening yang dipertaruhkan, Bu. Kalau untuk masalah Kanti, saya belum bisa memutuskan, Bu." Kanjeng Ibu berdecak. "Dengar, Le. Kamu tidak tahu bagaimana perasaan ibumu ini yang sudah sangat menginginkan cucu? Untuk sementara, tidak masalah kalaupun anakmu berasal dari wanita rendahan. Setidaknya Ibu punya cu
Last Updated : 2026-09-21 Read more