Ponsel di atas meja itu terus berdering, menciptakan getaran kecil yang memecah keheningan kamar kos yang remang-remang. Maya menatap layar dengan dada bergemuruh. Dengan helaan napas panjang yang berat, ia akhirnya menggeser tombol hijau. "Ada apa, Pak, telepon malam-malam?" jawab Maya dengan nada sinis dan dingin, sengaja memasang benteng pertahanan paling rapat untuk menjauhkan diri dari siapapun. Di seberang sana, keheningan sempat menyelimuti sesaat. Suara napas di ujung telepon tertangkap jelas, sebelum akhirnya suara bariton Leon terdengar. Pria yang biasanya tegas, dingin, dan penuh kendali itu kini terdengar jauh lebih lembut—hampir terdengar rapuh. "Maya..." panggil Leon pelan, sepenuhnya mengabaikan nada bicara Maya yang ketus. "Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu sudah berada di tempat yang aman? Aku... aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja malam ini." Alih-alih merasa tersentuh, Maya justru merasa semakin tertekan. Perhatian itu terasa berbahaya, dan ia tida
Dernière mise à jour : 2026-10-17 Read More