Audrey terus memandangi layar ponselnya, memastikan bahwa ia sudah terlalu lama menunggu. Ia mulai berdecak pelan saat seseorang yang ingin ditemuinya tak kunjung datang.“Sudah kuduga, mereka itu pasti hanya penipu yang menginginkan uang. Profesional katanya. Huh! Menurutku mereka adalah orang-orang yang tidak punya pekerjaan.” Audrey mulai mengoceh sendiri. Ia meraih tasnya dan berniat untuk meninggalkan kafe itu saat tiba-tiba seorang pria muda yang tampan, gagah dan tinggi semampai tiba-tiba mendatangi mejanya dengan napas terengah-engah. “Ma-maaf, aku terlambat. Ban motorku kempes,” kata pria itu dengan nada tersengal. Pria itu kemudian menatap Audrey dan mengulurkan tangannya. “Nona Audrey, kan?” Audrey mengangguk, menatap pria muda dengan penampilan yang mirip preman itu dari atas hingga ke bawah, memastikan bahwa ia tidak salah orang. “Ya, benar. Silakan duduk,” kata Audrey ketus, terlanjur kesal karena sudah dibuat menunggu. “Kita langsung saja, tidak perlu basa-basi kare
Last Updated : 2026-08-04 Read more