Bang Togar melangkah keluar pondok untuk menyiapkan perangkap kawat peledak di tebing karang bersama Wak Salim. Di dalam pondok kayu yang terisolasi, Daman memeriksa kondisi selongsong peluru cadangan di atas meja kayu. Arini berdiri di depan pintu bilik mandi bambu berukuran sempit di sudut belakang pondok, menyentuh air dingin di dalam gentong tanah liat. "Daman... Air laut yang kering di kulitku ini bikin badanku lengket dan perih banget," keluh Arini melayangkan tatapan manja dari balik pintu bambu. "Bersihkan badan Anda sekarang, Arini. Kita punya waktu empat jam sebelum jebakan luar selesai," instruksi Daman tanpa mengalihkan pandangannya dari senjata. "Ta-tapi... Di dalam bilik ini nggak ada gayung bertangkai, cuma ada batok kelapa kecil," cicit Arini memamerkan batok kelapa kering di tangannya. "Kamu nggak mau bantu siram punggungku, Sipir Berjas Hita
Last Updated : 2026-08-26 Read more