Embusan angin laut siang menerbangkan debu pasir di pelataran pondok kayu tempat tim bersiap merapikan perbekalan. Bang Togar sedang memasukkan jeriken bahan bakar cadangan ke perahu motor cepat di muara barat bersama Wak Salim. Di dalam kamar pondok yang berpintu terbuka, Arini berdiri tegak di depan meja kayu sambil mengencangkan sabuk sarung pantainya. Jemari lentur sang nyonya muda memeriksa magasin sembilan milimeter miliknya, memasukkannya ke popor pistol dengan bunyi klik yang mantap. Melihat Arini yang tak lagi menangis gemetar, Daman melangkah mendekat sambil memanggul tas ransel taktis hitamnya. "Sesuai Standar Keamanan, kita menyeberang ke Banten untuk masuk ke jalur darat yang aman, Arini," ujar Daman dengan suara serak yang tenang. Arini memutar tubuhnya, menatap lurus ke dalam pupil mata elang Daman dengan kobaran api kemarahan yang belum pernah
Last Updated : 2026-08-28 Read more