Evan berlari menghampirinya, lalu menjatuhkan diri dan bersujud di hadapannya. "Tuan Tegar, saya salah. Saya tidak tahu kalau Anda adalah orangnya. Mohon maafkan saya. Anda begitu murah hati, tentu tidak akan mempermasalahkan kesalahan orang kecil seperti saya."Tegar menatap Evan yang gemetar ketakutan, kemudian mengalihkan pandangannya kepada Revan yang masih duduk di tempatnya. "Teman muda, menurutmu bagaimana masalah ini sebaiknya diselesaikan?"Kalimat itu ditujukan kepada Revan. Nada bicara Tegar terdengar biasa saja, tetapi bagi orang-orang yang mendengarnya, maknanya jauh lebih dalam.Tegar benar-benar menyebut Revan sebagai teman muda?Jadi, alasan dia datang ke tempat ini hari ini memang karena Revan.Dalam sekejap, pandangan semua orang terhadap Revan kembali berubah. Jika sebelumnya mereka memandangnya dengan jijik, lalu berubah menjadi kagum setelah menyaksikan kekuatannya, kini yang tersisa hanyalah rasa segan dan keheranan terhadap latar belakang yang semakin sulit mere
Last Updated : 2026-08-27 Read more