Dengan tangan gemetar, Nayara perlahan menurunkan kerudung yang selama bertahun-tahun menutupi wajahnya. Wajah cantiknya segera terlihat, dengan mata jernih, hidung yang tegas, dan paras yang sebenarnya sulit untuk tidak dikagumi. Sayangnya, tanda lahir merah menyala membentang di salah satu sisi wajahnya dan merusak keindahan tersebut hingga separuh wajahnya tampak mengerikan, persis seperti yang selama ini dikatakan orang-orang di luar keluarga.Nayara menahan napas. Ia begitu gugup sampai kedua tangannya gemetar, sementara matanya terus tertuju pada Revan, takut pria itu akan menunjukkan rasa jijik atau bahkan terkejut melihat wajah aslinya.Melihat kegelisahan istrinya, Revan segera mendekat dan menggenggam tangannya. “Jangan takut, semuanya akan baik-baik saja.”Suara Revan terdengar tenang, tetapi bagi Nayara, kalimat sederhana itu terasa begitu menenangkan hingga perlahan meredakan kegugupan di dalam hatinya. Ia akhirnya mengangguk patuh.“Percayalah kepadaku. Aku akan melakuka
Dernière mise à jour : 2026-08-29 Read More