Ciuman Silas sangat liar dan mendesak. Hanaya terengah-engah, jemarinya yang semula mencengkeram kerah kemeja Silas kini meremas kain tersebut semakin erat, terseret arus gairah dan ketakutan yang melebur jadi satu.Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Silas membingkai pinggang Hanaya dengan kedua tangannya yang kokoh. Dalam satu gerakan mulus dan tanpa tenaga berlebih, pria itu mengangkat tubuh perempuan tersebut hingga kaki Hanaya melingkar sempurna di pinggangnya.Hanaya terkesiap, refleks melingkarkan kedua lengannya ke leher Silas agar tidak terjatuh. Pria itu sama sekali tidak memutus ciuman mereka, melainkan berbalik dan berjalan cepat meninggalkan ruang makan, melintasi koridor panjang penthouse menuju kamar tidur utama.Brak!Pintu kamar tertutup rapat oleh dorongan kaki Silas, sementara tubuh Hanaya dijatuhkan secara perlahan namun penuh dominasi di atas permukaan kasur king-size yang luas. Kasur empuk itu memantulkan tubuh Hanaya, namun sebelu
Last Updated : 2026-09-08 Read more