Hanaya dibantu oleh Robert saat menata piring dan mangkuk kecil berisi makanan di atas nampan. Robert menjelaskan setiap lauk dan posisinya di atas meja dengan sabar. Hanaya mengamati dengan saksama, mencoba mengingat semuanya agar tidak melakukan kesalahan fatal pagi ini. Ada omelet keju, beberapa potong sosis panggang, toast, serta bacon. Di sampingnya, ada mangkuk berisi buah-buahan segar.“Sudah, Hanaya. Ingat, letakkan mangkuk buah di bagian atas, pisau di kanan piring, garpu di kiri” Robert mengingatkan sekali lagi dengan nada kebapakan. “Tuan tidak suka jika letaknya berantakan atau ada yang terlewat.”Hanaya mengangguk kaku, sementara jantungnya masih berdebar kencang tak karuan. Sensasi panas dan bekas kemerahan di lehernya akibat insiden subuh tadi masih terasa nyata, meninggalkan trauma psikologis yang membuat jemarinya gemetar hebat.Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengangkat nampan berukuran sedang itu dengan hati-hati. Ha
Last Updated : 2026-08-27 Read more