Hanaya menjaga jarak. Dia menarik diri dari segala bentuk persinggungan, memilih untuk menenggelamkan dirinya dalam rutinitas yang kaku, membersihkan ruang kerja, menata ulang buku di rak, menyajikan makanan tepat waktu, lalu menghilang sebelum tatapan mata Silas bisa menembus lapisan tenang yang berusaha ia bangun.Hanaya tahu diri. Ia tidak punya hak untuk membangkang, apalagi meninggalkan tugas-tugas harian yang sudah menjadi bagian dari rutinitasnya di penthouse itu.Pukul enam pagi tepat, Hanaya sudah bangun.Ia bergerak dalam sunyi, menyiapkan air hangat di kamar mandi utama dengan suhu yang selalu diingatnya, menata setelan jas kerja lengkap dengan dasi dan manset di atas ranjang king-size Silas, sebelum akhirnya melangkah pelan menuju sisi tempat tidur untuk membangunkan sang pemilik ruangan."Tuan..." panggil Hanaya pelan, berdiri dengan jarak aman di samping ranjang, menunduk menatap lantai marmer. "Waktu menunjukkan pukul enam lewat sepuluh men
Last Updated : 2026-08-30 Read more