"Nismara, kamu langsung masuk kamar saja. Jangan biarkan Ndoro Ayu melihatmu sampai besok," bisik Sastro saat mereka tiba di balik pintu belakang kediaman Sasmita.‘Iya, saya mengerti,’ angguk Nismara menyampaikan isyaratnya."Duh, duh... rumit sekali masalah ini. Kasihan betul kamu, Nismara," gumam Sastro seraya berbalik, mengawasi keadaan sekitar sebelum pergi meninggalkan pelayan bisu itu.Nismara menghela napas panjang. Langkah kakinya menyusuri koridor belakang kini terasa sedikit berbeda. Meski ia belum sepenuhnya bisa mempercayai Satria, ada secuil rasa hangat yang bersarang di dadanya—sebuah perasaan nyaman bahwa kini ia memiliki tempat untuk bersandar.Kediaman besar ini terasa begitu sunyi di sore hari. Kebanyakan pelayan sibuk dengan tugas di area luar, meninggalkan lorong-lorong dalam begitu lengang. Namun, saat Nismara melangkah melewati lorong dekat kamar utama, langkahnya mendadak terhenti kaku."Ah... ya... di situ... mulutmu benar-benar memuaskanku... yang kuat..."Ni
Last Updated : 2026-08-24 Read more