“Ndoro Ayu, ampun... jangan...!” Nismara memohon bersimpuh di kaki Prameswari, namun wanita itu tanpa belas kasihan mengayunkan kakinya, menendang dada Nismara hingga tersungkur."Bawa dia keluar, Agung!" perintah Prameswari dingin.Tangan besar Agung melayang mencengkram kasar lengan Nismara, menyeret tubuh ringkih itu keluar dari kamar utama menyusuri koridor belakang yang sunyi. Langkah Nismara terseret-seret di atas lantai marmer, jemarinya mencoba mencengkeram cengkeraman Agung, namun tenaganya sama sekali tak sebanding.Begitu sampai di kamar pelayan yang sempit, Agung mendorong tubuh Nismara dengan kasar.Brak!Nismara terhempas ke tepi dipan kayu, napasnya memburu kacau. Sebelum ia sempat bangkit, Agung sudah maju mencengkeram kemeja kusam yang melekat di tubuhnya.Sret!Kain itu robek seketika, menyingkap bahu dan dada atas Nismara. Hawa dingin malam menyergap kulit mulusnya, memicu getaran ketakutan yang hebat di sekujur tubuh gadis itu.“Sebegitu tidak berharganya kamu, Ni
Last Updated : 2026-08-20 Read more