“Nismara… kamu selalu membuatku hilang kendali,” desah Satria, suaranya parau dan berat di samping leher gadis itu.Kehangatan napas Satria menyapu kulit dingin Nismara. Jilatan basah dan pelan dari bibir Satria perlahan naik, merayapi garis leher hingga menyentuh area sensitif di belakang telinga Nismara.Tubuh Nismara meremang seketika, jemarinya refleks meremas kain kemeja di dada Satria yang terasa panas dan berdenyut kencang.Kemudian Nismara bergerak sedikit menjauh, menarik leher Satria agar netra pria itu menatap langsung matanya yang basah. Gadis itu menggeleng kuat, lalu memberikan isyarat dengan jemarinya yang gemetar.‘Ndoro Den… Nanti Ndoro Ayu marah karena ini bukan waktunya saya ada di sini melayani Ndoro Den.’Satria tersenyum, membelai rambut Nismara dengan lembut, lalu mengikat rambut panjang Nismara ke belakang menggunakan tali rambut yang ia ambil dari sakunya.Nismara menatap tali itu, lalu memberi isyarat bertanya. ‘Dari mana Ndoro Den punya ikat rambut saya?’“K
Last Updated : 2026-08-19 Read more