Hujan badai menghantam kaca antipeluru setebal tiga inci di mansion eksklusif yang bertengger angkuh di puncak bukit Sentul. Petir menyambar, membelah langit malam Jakarta dengan kilatan putih yang kejam, namun tak sedikit pun mampu mengusik ketenangan absolut di dalam ruang kerja utama sang penguasa dunia bawah tanah. Tiga tahun telah berlalu sejak malam pembantaian di Puncak. Tiga tahun sejak kepala Vladimir Sokolov dipenggal dan dilemparkan ke hadapan Dewan Agung Bratva, membungkam segala bentuk pemberontakan. Kini, tidak ada lagi faksi yang terpecah. Yang ada hanyalah Kekaisaran Mahardika-Kendoveks. Sebuah aliansi monarki berdarah yang menguasai bursa saham di siang hari dan memonopoli kartel bayaran di malam hari. Atlas Mahardika berdiri di depan perapian batu marmer hitam. Kemeja sutra gelapnya dibiarkan terbuka di bagian dada, memperlihatkan tato lambang bintang delapan Vor v Zakone yang bersanding dengan logo Mahardika Group—sebuah simbol penyatuan yang ia ukir sendiri
Last Updated : 2026-09-30 Read more