Beberapa jam berlalu dengan cepat. Ketika hari sudah berganti malam dan jarum jam menunjukkan pukul tujuh, suara derum mobil kembali terdengar di depan rumah, menandakan Rian dan Devan telah kembali dari kampus sesuai janji mereka."Aromanya sudah tercium sampai ke teras luar, Ma!"Rian melepaskan sepatunya di dekat rak, memasang wajah berbinar saat melangkah menuju area dapur. Di balik meja minimalis, Arini tampak sibuk mengaduk mangkuk besar berisi sup iga sapi yang masih mengepulkan uap panas. "Sudah pulang, Nak?" Arini menoleh, mengulas senyum lembut. "Ajak Devan masuk. Mama masak sup iga sama ayam goreng mentega buat kalian." Devan melangkah masuk tepat di belakang Rian, menyandang tas ransel hitam di salah satu bahunya. Ia menyunggingkan senyum sopan sambil mengangguk. "Malam, Tante. Maaf ya, saya jadi numpang makan malam di sini."“Astaga, Devan, gak usah minta maaf," Arini meletakkan sendok sayur, lalu mengelap keringat tipis di dahi dengan tisu. "Tante justru senang kalau
Last Updated : 2026-08-18 Read more