Arini langsung terdiam. Ia tahu jika laki-laki yang dimaksud adalah Devan. Ia tidak menyangka kalau kedatangan Devan ke rumahnya bisa terdengar seperti kabar miring jika disebar lewat omongan tetangga. “Bu Arini, kami semua tahu, Ibu baru aja cerai dari Pak Bramantyo. Tapi, masa belum ada sebulan, udah ngincer cowok lagi? Mana masih muda. Pantesnya jadi mantu, Bu, bukan simpanan!” Simpanan? Ucapan itu membuat kening Arini berkerut dalam. Tidak dipungkiri, ia merasa tersinggung. Hanya karena satu kabar tentang seorang pria yang masuk ke rumahnya, mereka langsung berkesimpulan seperti itu? “Laki-laki itu namanya Devan, dia itu teman kuliah Rian, anak saya,” tegas Arini. “Tolong ibu-ibu jangan bicara begitu. Nggak enak didengar.” Balasan Arini membuat ibu-ibu itu tersenyum datar, sama sekali tidak percaya dengan pembelaan Arini. “Bu, kita cuma mau ngingetin agar Bu Arini ingat umur. Anak udah gede, mending banyakin ibadah daripada sibuk tebar pesona ke temen anaknya sendiri.” “Bet
Last Updated : 2026-08-18 Read more