"Tante Arini wanita yang sangat kuat, Yan," ujar Devan lembut. "Tapi kamu tenang aja. Sebagai sahabat kamu, aku bakal terus bantu kalian di sini. Kalau ada proyek desain atau butuh bantuan tenaga, panggil aku kapan aja.""Thanks banget ya, Dev," sahut Rian tulus. "Aku gak tahu jadinya kalau gak ada sahabat kayak kamu."Tak lama kemudian, Arini melangkah keluar dari dapur membawa nampan berisi loyang kue hangat. Langkahnya sempat terhenti saat matanya bertemu dengan Devan yang berdiri di kasir. Ada kehangatan dan rasa terima kasih yang terpancar diam-diam dari mata Arini untuk Devan, walau keduanya tetap menjaga jarak di depan Rian.Ketika hari sudah sore, sekitar pukul lima...Aktivitas ruko perlahan mulai sepi. Setelah membantu membereskan peralatan kerja Devan, Rian teringat ada berkas catatan yang tertinggal di rumah."Ma, Rian pulang sebentar ke rumah ya," pamit Rian di meja kasir. "Mau ambil buku catatan stok bahan baku yang ketinggalan di meja belajar.""Iya, Nak. Hati-hati ya,
Last Updated : 2026-09-06 Read more