"Iya, Rian... Halo?"Suara Arini bergetar saat jemarinya akhirnya memberanikan diri menggeser tombol hijau di layar ponselnya. Air matanya menetes makin deras, membasahi pipinya yang pucat pasi."Ma! Mama di mana sekarang?!" suara Rian terdengar sangat panik dari balik telepon. Deru napasnya memburu, menandakan emosi yang membakar dadanya. "Mama udah lihat postingan itu, kan?!""Rian... dengerin Mama dulu, Nak," pangkas Arini lirih, mencoba menahan tangisnya agar tidak pecah. "Foto itu... foto itu gak seperti yang kamu pikirkan. Semua tulisan di situ fitnah, Nak. Mama gak pernah....""Rian tahu, Ma! Rian tahu Mama gak mungkin kayak gitu!" potong Rian cepat, suaranya meninggi menahan emosi. "Rian kenal Devan, Rian kenal Mama! Foto itu pas Devan nganterin Mama belanja bahan ruko waktu awal renovasi, kan? Rian ingat, waktu itu Tante Siska sama Papa datang ke rumah kita nuduh mama, waktu Mama kena hujan dan mobil Devan mogok. Pasti dari sanalah asal-usul foto ini!" tegas Rian dari balik t
Last Updated : 2026-09-09 Read more