"Aku tahu, Nit... Aku tahu betul hal itu," bisik Arini parau, matanya mulai berkaca-kaca."Kalau kamu tahu, kenapa kamu biarkan hal semacam ini terjadi?" cecar Nita, mendudukkan dirinya di kursi kayu tepat di depan Arini hingga lutut mereka hampir bersentuhan. "Rin, dengarkan aku baik-baik sebagai sahabat kamu yang paling sayang sama kamu. Dunia luar itu jahat. Masyarakat kita itu kejam kalau soal moralitas wanita. Kalau sampai tetangga, pelanggan, atau keluarga besar kamu tahu kamu ada main sama brondong seumuran anak kamu, kamu tahu gak apa yang bakal terjadi?"Arini memejamkan matanya rapat-rapt, mencoba menutup pendengarannya dari kenyataan pahit yang kini dihantamkan tepat di mukanya. Kata-kata Nita bagaikan sembilu tajam yang menyayat kembali luka dan ketakutan yang selama ini berusaha ia pendam."Mereka bakal mencibir kamu, Rin!" tegas Nita. "Mereka bakal bilang kamu wanita gatal, wanita yang gak tahu diri setelah cerai dari Bramantyo! Nama baik toko kue yang baru kamu bangun
Last Updated : 2026-09-02 Read more