SRET! Kemeja itu terlepas dan memperlihatkan Dada Arini sepenuhnya. Devan menelan ludahnya. Di depan matanya, gunung kembar Arini terpampang nyata. Tidak berhenti disitu, Devan kembali melepaskan celana Arini, memperlihatkan kemaluan Arini diantara kedua pahanya. Pemandangan itu... Pemandangan itu seperti pukulan telak ke dalam hati Devan, memicu ledakan gairah yang tak tertahankan. Devan langsung menjatuhkan diri ke kasur, menindih Arini yang masih terbaring. Ia menyambar dada kiri Arini, meremasnya kuat-kuat. "Ahhhh!" Arini mendesis keras, tangannya mencengkeram sprei. Devan membenamkan wajahnya di antara dua gumpalan lembut itu, menghirup aroma yang segar. Ia menggigit punting Arini, mengelilinginya dengan lidah, lalu menghisapnya, menciptakan suara yang memabukkan. "Devan... pelan-pelan..." Arini memohon, namun suaranya lemah, diselingi desahan. Devan beralih ke dada kanan, menghisap puntingnya. Tangan kirinya meremas dada yang baru saja ia tinggalkan, sementara tanga
Last Updated : 2026-09-28 Read more