"Papa bener-bener iblis! Harta gono-gini Mama sendiri mau diambil?!" "Sudah, Rian, jangan emosi, nanti jahitan kamu tertekan," bujuk Arini mengusap pundak putranya. Devan menepuk bahu Rian mantap. "Kamu fokus pemulihan di sini, Yan. Jangan mikirin hal yang bikin kamu stres. Soal bukti manipulasi Bramantyo, biar aku sama Pengacara yang urus." Rian menatap Devan penuh rasa haru. "Makasih banyak ya, Dev. Tolong bantuin Mama." Devan mengangguk yakin. "Tante, Yan... Aku pamit dulu sebentar ya. Ada urusan penting yang harus Devan selesaikan." "Mau ke mana, Dev?" tanya Rian. "Aku mau pulang ke rumah orang tua Devan," jawab Devan tenang. Devan melangkah keluar dari kamar rawat dengan tekad bulat. Ia tahu betul, salah satu beban pikiran Arini dan pemicu amarah Rian sebelumnya adalah ayahnya, Pak Mahendra, yang mendatangi Arini secara diam-diam. Devan harus menyelesaikan hal itu sekarang juga. Sore itu, Devan melangkahkan kakinya memasuki kediaman megah keluarga Mahendra. Kebetu
Last Updated : 2026-09-27 Read more