Share

Bab 49

Author: Rosa santika
last update publish date: 2026-09-07 23:15:09

Suasana di dalam ruangan sempit itu menjadi sangat hening. Hanya terdengar deru napas mereka berdua yang saling memburu. Jarak wajah Devan begitu dekat, hingga Arini bisa merasakan kehangatan yang menguar dari napas pemuda itu.

Logika Arini terus berteriak memintanya untuk mendorong Devan menjauh, menyuruhnya sadar bahwa Devan adalah sahabat anaknya sendiri. Namun, tubuh dan hatinya yang sangat lelah menolaknya melakukan itu. Dinding pertahanan yang ia bangun malam ini perlahan mulai runtuh. Ta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!   Bab 98

    "Ibu Siska," potong Pak Danu dengan nada dingin yang menghentikan cerocos Siska. "Saya sarankan Anda segera meninggalkan lokasi ini. Jika Anda terus membuat kegaduhan dan mencemarkan nama baik klien kami di depan umum, saya tidak akan segan menuntut Anda atas pasal berlapis detik ini juga."Kerumunan warga yang menyaksikan kekalahan Siska seketika bersorak riuh."Huuu! Pergi sana! Udah salah malah galak!" sorak seorang warga dari barisan belakang."Muka tembok banget sih! Udah ketahuan nyogok masih berani teriak-teriak!" timpal pedagang di sebelah toko."Malu-maluin aja pakai baju mewah tapi kelakuan kayak preman!" seru ibu-ibu pembawa belanjaan ikut menyoraki.Siska meremas tasnya dengan napas memburu, mukanya merah padam menahan malu. Ditatapnya wajah Devan, Rian, dan Arini bergantian dengan tatapan penuh dendam. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, Siska berbalik cepat dan masuk ke dalam mobilnya, lalu menginjak gas dalam-dalam meninggalkan kawasan toko kue tersebut.Satu jam

  • Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!   Bab 97

    "Siapa yang penipu sebenarnya, Siska? Kamu yang bikin sertifikat palsu lewat penyuapan atau Tante Arini yang pemilik sertifikat asli tapi kamu sembunyikan?!" Kerumunan warga yang menyaksikan pertengkaran itu kembali riuh oleh bisik-bisik yang semakin panas. "Tuh kan, bener! Katanya ada sertifikat palsu segala!" "Wah, parah banget kalau sampai nyogok pejabat! Ternyata cewek itu yang main curang!" "Kasihan banget Bu Arini sama anaknya hampir jadi korban!" Siska meremas tasnya, mukanya memerah padam menahan malu mendengar bisikan warga sekitar. "Kamu jangan asal bicara ya, Devan! Saya punya berkas resmi!" "Berkas resmi hasil rekayasa, maksud Ibu Siska?" potong Pak Danu dingin sambil melangkah mendekati Siska dan para eksekutornya. Pak Danu membuka map di tangannya, lalu mengambil sebuah lembaran kertas resmi dengan stempel berwarna merah dan tanda tangan. "Saya Danu Pradipa, ketua tim hukum dari Mahendra Group sekaligus kuasa hukum resmi dari Ibu Arini," tegas Pak Danu dengan sua

  • Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!   Bab 96

    "Iya, Mas Devan. Ada apa?" jawab Pak Danu dari seberang telepon. "Pak Danu, Siska sekarang lagi ada di toko kue Tante Arini. Dia bawa preman sewaan buat nyegel dan ngerusak ruko secara paksa di depan warga!" terang Devan dengan nada tegas. "Tolong, Pak Danu... bisa minta atau urus surat penundaan eksekusi resmi dan perlindungan hukum dari Pengadilan Negeri sekarang juga? Biar tindakan mereka dianggap ilegal di mata hukum!" "Baik, Mas Devan! Saya dan tim akan langsung mengurus surat permohonan perlindungan ke pengadilan dan segera menyusul ke lokasi!" tegas Pak Danu. "Terima kasih, Pak!" Devan mematikan sambungan telepon dan menekan pedal gas lebih dalam. Tak lama kemudian, mobil Devan tiba dan berhenti mendadak tepat di samping kerumunan warga di depan toko kue Arini. Suara decitan ban mobil yang tajam seketika menyita perhatian semua orang di lokasi. Pintu mobil terbuka. Rian keluar pertama kali. Wajahnya memang masih agak pucat dan ada bekas perban kecil di tangannya, mempe

  • Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!   Bab 95

    "Kurang ajar kamu ya!" bentak Siska emosi. Ia menoleh ke salah satu orang sewaannya. "Hei! Bentangkan spanduknya sekarang! Biar semua orang di sini baca!" Dua orang pria berbadan kekar langsung membentangkan spanduk kain putih berukuran besar bertuliskan huruf kapital, 'RUKO INI DALAM PENGAWASAN HUKUM DAN SENGKETA ASET. DILARANG BEROPERASI ATAU MEMASUKI AREA TANPA IZIN!' Kerumunan warga makin geger dan berbisik-bisik menyaksikan kejadian ll itu. Beberapa orang mulai mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel. "Dengar ya semuanya!" pamer Siska pada kerumunan warga. "Toko ini dibeli pakai uang gelap! Jadi jangan ada yang berani belanja di sini lagi kalau nggak mau ikutan berurusan sama hukum!" Mbak Ita merogoh saku celananya dengan tangan gemetar. Tanpa membuang waktu, ia segera menekan tombol panggilan ke nomor ponsel Arini. Sementara itu, di dalam kamar rawat Rumah Sakit Medika... Ponsel Arini yang tergeletak di atas meja mendadak berdering nyaring. Arini segera

  • Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!   Bab 94

    "Bagaimana, Pak? Cukup kuat buat menjerat mereka?" tanya Devan penasaran."Sangat kuat, Mas Devan," jawab Pak Danu tegas. "Bukti ini sah dan valid. Tindakan Ibu Siska sudah memenuhi unsur pidana Pemalsuan Surat sesuai Pasal 263 KUHP dan Penyuapan. Kita tidak hanya bisa membatalkan gugatan sengketa ruko ini, tapi juga bisa melaporkan Pak Bramantyo dan Siska ke kepolisian."Rian mengepalkan tangannya puas. "Biar tahu rasa mereka! Mereka pikir mereka bisa seenaknya karena punya uang!""Langkah kita selanjutnya bagaimana, Pak Danu?" tanya Arini memastikan."Saya dan tim akan langsung menyusun surat laporan kepolisian dan tanggapan gugatan resmi ke Pengadilan Negeri siang ini juga," terang Pak Danu sambil merapikan dokumennya ke dalam tas. "Bu Arini dan Mas Rian fokus saja pada pemulihan di rumah sakit. Biar kami yang mengurus sisa proses hukumnya.""Terima kasih banyak ya, Pak," sahut Devan menjabat tangan Pak Danu.Sementara tim hukum Pak Danu bergerak cepat menuju kantor polisi dan peng

  • Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!   Bab 93

    Sementara itu, di apartemennya... Devan sudah duduk di depan meja kerjanya sejak subuh tadi. Pandangannya sangat fokus pada layar laptop yang menyala. Dengan restu orang tuanya yang sudah aman, kini seluruh energinya tercurah untuk membongkar kejahatan Bramantyo dan Siska. Sebagai mahasiswa yang ahli dalam ilmu teknologi informasi dan sistem jaringan komputer, Devan sangat paham bahwa di era digital saat ini, setiap manipulasi dokumen pertanahan pasti meninggalkan jejak digital. Jemarinya menari lincah di atas papan ketik, menelusuri riwayat permohonan penerbitan sertifikat duplikat dan basis data pendaftaran tanah daerah. "Ayo... pasti ada jejaknya..." gumam Devan fokus. Selama hampir dua jam melacak data dokumen pertanahan, layar monitor Devan menampilkan sebuah arsip berkas digital yang sangat mengejutkan. Devan membelalakkan matanya, napasnya tertahan sejenak. "Dapat!" Di layar laptopnya tertera riwayat permohonan penerbitan sertifikat tanah duplikat dengan klaim Sertifikat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status