Pada suatu hari yang sangat biasa, aku mendapati Zoey sudah pulang negeri.Hari itu, aku dan Darren sudah berjanji akan makan malam bersama.Karena sore harinya tidak ada kesibukan, aku datang lebih awal ke kantornya untuk menunggu dia pulang kerja.Hingga pukul delapan malam, waktu itu sudah jauh melewati jam yang kami sepakati.Namun, pintu ruang kerjanya masih tertutup rapat.Setelah bertanya kepada sekretarisnya, barulah aku tahu. Sejak sore dia sedang menerima seorang tamu penting.Sebagai pemimpin Grup Setiadi, wajar sekali ada orang datang ke kantor untuk membicarakan kerja sama dengannya.Jadi, aku tidak terlalu memikirkannya dan hanya kembali duduk di ruang tunggu dan terus menunggunya.Aku sama sekali tidak menyadari tatapan sekretaris yang seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi menahannya.Sampai pada pukul sembilan malam, pintu ruang kerjanya akhirnya terbuka.Saat melihat sosok tamu yang keluar dari dalam, hatiku perlahan tenggelam.Itu adalah Zoey.Dia telah kembali.Dar
Read more