MasukSatu bulan kemudian, perceraian mereka resmi disahkan.Shellen tetap tidak kembali ke Kota Jingara.Dia hanya meminta seseorang mengirimkan buku akta cerai ke Kota Sucipta.Sementara Darren mengunci akta cerai itu di dalam brankas.Sejak hari itu, dia mencurahkan seluruh tenaganya untuk perusahaan.Dia tidak lagi mencari tahu kabar Shellen.Bukan karena tidak ingin, melainkan karena tidak berani.Dia takut dirinya mendapati kabar bahwa Shellen telah menikah lagi.…Hingga tiga tahun kemudian.Setelah menyelesaikan perjalanan dinas di Navara.Gio bertanya apakah mereka akan langsung kembali ke Kota Jingara.Entah mengapa Darren tiba-tiba berkata, "Kita ke Kota Sucipta."Begitu mendengar perkataannya, Gio sempat tertegun.Darren memijat pelipisnya. Namun dia tidak menarik kembali ucapannya.Ada beberapa pintu yang begitu terbuka, maka tidak akan bisa ditutup lagi.Saat mereka tiba di Kota Sucipta, hari sudah menjelang malam.Meski sudah tiga tahun tidak datang, dia masih mengingat dengan
Mendengar ucapannya sendiri, Zoey tiba-tiba membungkam mulutnya.Meski membuat Shellen keguguran bukanlah niat awalnya, dia masih mengingat dengan jelas bagaimana mata Darren memerah saat menggendong Shellen hari itu.Bahkan ketika mereka masih berpacaran, dia belum pernah melihat Darren kehilangan kendali sedemikian rupa.Saat itu dia sempat menduga, mungkinkah Darren sudah jatuh cinta pada Shellen?Karena dugaan itu, dia gelisah cukup lama.Bagaimanapun, Shellen keguguran ketika Darren sedang menyelamatkannya.Kalau Darren benar-benar mencintai Shellen, sangat mungkin dia akan melampiaskan kemarahannya kepadanya.Namun kemudian, Darren tidak pernah menyalahkannya.Sebaliknya, Darren justru menghiburnya dan berkata bahwa semua itu adalah kesalahannya sendiri.Darren memang terpuruk cukup lama, tetapi sikapnya kepada Zoey tetap sama seperti sebelumnya.Zoey pun berpikir, mungkin karena anak dalam kandungan Shellen adalah anak pertamanya.Keluarga besar seperti Keluarga Zoey sangat meme
Saat itu, terdengar suara ketukan di pintu dari lantai bawah.Zoey entah dari mana mengetahui bahwa Darren pulang sendirian dari Kota Sucipta, lalu datang ke rumah Darren.Begitu pintu dibuka, dia memasang wajah penuh perhatian dan bertanya, "Darren, apakah Shellen masih bersikeras ingin bercerai denganmu?"Darren mengatupkan bibirnya rapat tanpa menjawab.Melihat reaksinya, Zoey sudah mendapatkan jawaban yang diinginkannya.Diam-diam sudut bibirnya terangkat.Selama Shellen tetap bersikeras bercerai, lalu apa artinya jika Darren mulai memiliki perasaan untuk Shellen?Begitu Shellen pergi, secara alami dialah satu-satunya wanita di sisi Darren.Berdasarkan hubungan mereka dahulu, dia yakin tidak akan butuh waktu lama sampai Darren kembali mencintainya sepenuh hati."Karena Shellen nggak mau mengubah keputusannya, Darren, sebaiknya kamu setujui saja.""Jangan khawatir, aku akan selalu berada di sisimu."Mungkin karena membayangkan Darren akan segera bercerai, kegembiraan di hati Zoey ti
Setelah Shellen pergi, Darren duduk sendirian di kafe untuk waktu yang sangat lama.Begitu lama hingga kafe itu tutup.Baru ketika pemilik kafe dengan sopan bertanya apakah dia ingin menambah secangkir kopi lagi, dia seperti tersadar dari mimpi.Setelah keluar dari kafe, tanpa sadar dia berjalan hingga apartemen Keluarga Jiyan.Lampu di rumah Keluarga Jiyan masih menyala.Dari lantai atas masih samar-samar terdengar tawa dan canda.Di antara suara-suara itu, terselip suara yang begitu dikenalnya.Dalam lamunannya, dia teringat selama empat tahun ini Shellen jarang sekali tertawa sebebas itu.Darren memejamkan mata, menekan gejolak emosi yang memenuhi dadanya lalu berbalik dan pergi.Perjalanannya ke Kota Sucipta berakhir hanya dalam waktu kurang dari sehari.Dia gagal membawa pulang sosok yang begitu dirindukannya.Seperti saat datang, dia kembali naik pesawat seorang diri.Begitu pesawat mendarat di Kota Jingara ... hal pertama yang dilakukannya adalah pulang ke rumah.Namun ketika pi
Sesaat, aku bahkan sempat meragukan pendengaranku sendiri.Kalau tidak, bagaimana mungkin aku mendengar Darren mengatakan bahwa dia mencintaiku?Namun saat melihat kesungguhan di matanya, aku sadar. Dia benar-benar mengucapkan kata-kata itu. Bahwa dia mencintaiku.Aku justru merasa semua ini begitu menggelikan."Kamu mencintaiku?"Darren mengangguk. Nada suaranya begitu sungguh-sungguh."Len, selama empat tahun pernikahan kita, tanpa aku sadari aku sudah jatuh cinta kepadamu. Hanya saja dulu aku nggak menyadari perasaanku sendiri."Pengakuan cinta yang begitu dalam.Namun, semakin lama aku mendengarnya semakin dingin ekspresiku.Kalau saja kata-kata itu diucapkannya pada salah satu hari dalam empat tahun terakhir, mungkin aku akan menangis karena terlalu bahagia.Tetapi sekarang, yang aku rasakan hanya ironi.Dia baru mengatakan mencintaiku setelah aku mengajukan perceraian.Di matanya aku ini apa? Seekor hewan peliharaan yang bisa dipanggil sesuka hati lalu diusir kapan saja?Baru set
Darren berdiri di lorong gedung apartemen tua itu dengan setelan jas yang rapi.Tubuhnya yang tinggi tegap tampak begitu mencolok di lingkungan yang sederhana.Entah mengapa, saat melihat sosokku muncul … tubuhnya yang semula tegang seolah perlahan mengendur."Len, aku datang untuk menjemputmu pulang. Aku ....""Pak Darren." Aku mengernyit menatapnya dan memotong ucapannya. "Surat perjanjian perceraian yang aku kirim, apa belum diterima?"Aku benar-benar tidak mengerti mengapa Darren muncul di sini.Padahal aku sudah mengirimkan surat perceraian yang telah aku tandatangani beserta cincin pernikahan itu.Setelah melihat dokumen tersebut, bukankah seharusnya dia tinggal menandatanganinya?Mengapa justru datang mencariku di Kota Sucipta?Mendengar pertanyaanku, tatapan Darren justru dipenuhi rasa sakit.Dia terdiam cukup lama.Baru setelah beberapa saat, dengan suara serak dia akhirnya membuka mulut."Len, maaf."Ucapan maaf itu, membuat hatiku sedikit bergetar.Sepertinya Darren akhirny







