"Begini rupaku selama ini?"Kalla menelan ludah. "Karena meratapi Mas Arka, aku sampai tak bisa berpikir apa-apa."Merangkum wajahnya, Kalla tak habis pikir dengan kebodohannya. Dia terlalu sibuk dengan sakit hati sampai melupakan dunia yang terus bergerak maju."Apa yang kulakukan? Dunia sudah berlari, aku masih jalan di tempat."Desah tertahan, Kalla merutuki seberapa lemah dirinya. Hanya karena seorang suami pecundang, dia membiarkan banyak mimpinya padam. "Pada akhirnya, waktu yang akan mengobati."Tepat di hari ke-20 mengurung diri di kamar dan meratapi nasib yang menyedihkan, rasa sakit tak lagi seperti di awal. Kalla mulai berdamai dengan semua luka. Mengusap pipi, dia tersenyum getir.“Kenapa aku begini bodoh? Apa yang kulakukan selama berhari-hari di sini? Mereka sibuk menikmati kebahagiaan di atas kesedihanku. Dan, aku di sini menghancurkan diri sendiri.”Kalla menelan ludah. Entah dari mana datangnya semangat, sejumput tekad terbersit. Bibir keringnya mengulas senyuman ti
Last Updated : 2026-08-09 Read more