Sebuah desahan ganas dan putus-putus lolos dari bibir Sylvia, berubah jadi raungan kecil yang memenuhi kamar. Sensasi basah panas yang menggesek selangkangannya terasa seperti listrik yang menggerogoti dagingnya dari dalam—sangat menggoda, sangat menyiksa, sangat brutal. Tubuh mungilnya menggeliat liar di atas ranjang, pinggulnya berusaha meremas guling itu seolah ingin menghancurkan benda itu. Tangan kanannya yang gemetar merayap ke balik gaun tidur tipis, meremas dadanya sendiri dengan kasar. Jari-jarinya mencengkeram gundukan kenyal itu kuat-kuat, menekannya sampai putingnya mengeras seperti batu, lalu memilinnya ganas-ganas hingga Sylvia menggeram panjang. Tapi sentuhan itu cuma membuatnya semakin ganas. Api di perut bawahnya semakin membara, semakin haus, semakin tak terbendung. Rasa frustrasi membakarnya sampai hampir gila. Sylvia menggeram pelan, napasnya memburu seperti binatang liar yang terkurung. Dengan tangan yang gemetar hebat, ia menyingkap selimut kasar dan menurunk
Last Updated : 2026-09-28 Read more