Ia masih menggesek pelan, meratakan sisa sperma Maxwell ke dada Sylvia yang sudah berkilau, penuh, dan mengkilap di bawah cahaya lampu kamar mandi yang berkabut. Tetesan demi tetesan putih kental itu menempel di kulit mulus Sylvia, mengalir pelan di antara belahan dada yang semakin berat dan semakin montok oleh emosi gadis itu. Sylvia menggelinjang hebat, tubuhnya lemas di pangkuan Maxwell, napasnya tersengal panjang, tapi matanya tetap berkilat nakal meski sudah penuh air mata dan cairan yang menetes di wajahnya. “Ahn… Kak Max… aku… aku suka rasanya… aku mau lebih… aku mau kamu buat aku semakin besar lagi…” bisik Sylvia di antara desahan, suaranya hampir hilang ditelan gelegar air mandi. Maxwell hanya tersenyum puas, tangannya masih memeluk pinggang Sylvia dari belakang, jarinya mengusap pelan kulit yang sudah lengket oleh sperma dan air sabun. “Kamu sudah sempurna seperti ini, gadis kecilku,” gumamnya pelan. “Tapi aku tahu kamu ingin lebih. Dan aku akan beri kamu lebih… setiap
Terakhir Diperbarui : 2026-09-29 Baca selengkapnya