Sepasang mata Sylvia yang sembab terkunci dalam tatap dalam Maxwell di hadapan selama beberapa saat sebelum gadis itu memaksakan untuk memutus kontak mata dan menarik tangannya dari genggaman pria itu.“A-aku sudah jawab, kan?” gumam Sylvia. “Ayo pulang.”*** Sejak malam kejadian memalukan sekaligus menyakitkan itu, Sylvia benar-benar mengurung diri. Ia tak sudi keluar dari kamar, mengabaikan perutnya yang keroncongan, dan memilih bolos kuliah berhari-hari.Tok! Tok! Tok!"Syl, buka pintunya!" Suara cemas Damien, kakak kandungnya, terdengar dari balik pintu untuk yang kesekian kalinya. "Sudah dua hari kamu nggak makan, Sylvia! Kamu mau mati kelaparan di dalam sana, Hah?! Kalau kamu nggak buka juga, aku dobrak pintu ini sekarang!""Sylvia nggak lapar, Kak! Tinggalin Sylvia sendiri!" teriak Sylvia dari balik selimut, suaranya parau dan serak. "Biarin aja katamu! Kalau kamu mati, siapa yang repot? kamu ini beneran kayak anak kecil deh!" seru Damien lagi, tapi langkah kakinya terdengar
最終更新日 : 2026-08-11 続きを読む