Perasaan Sylvia benar-benar diaduk hancur seperti menaiki rollercoaster tanpa sabuk pengaman. Jujur, dia bahagia luar biasa, gairahnya masih meletup-letup membakar perutnya, tapi di saat yang sama... rasa sedih, ragu, dan ketakutan absolut mendadak mencekik lehernya hingga ia sesak napas.Tiba-tiba, memori kelam dari enam tahun lalu berputar kembali di kepalanya layaknya kaset rusak. Sebuah trauma penolakan brutal yang selama ini mati-matian ia kubur dalam-dalam di dasar hatinya yang paling gelap.****Tiga tahun lalu....Di malam pesta kelulusan SMA Sylvia. Langit mendung dan rintik hujan mulai turun membasahi taman sekolah yang dihiasi lampu kelap-kelip. Saat itu, Maxwell yang masih sangat muda, baru saja mulai merintis perusahaan teknologinya, datang sebagai tamu undangan khusus Damien."Kamu yakin mau nembak cowok menakutkan itu sekarang, Vya?" bisik Katrina panik di sudut taman sekolah, memegang erat lengan Sylvia. Sylvia tampak cantik dengan gaun selututnya, memeluk erat seko
Terakhir Diperbarui : 2026-09-17 Baca selengkapnya