Share

Brilliant!

last update publish date: 2026-09-20 08:43:47

'Lakukan satu hal, dan gue akan bayar lo dengan harga mahal.'

Satu chat pertama yang dikirim oleh akun Mireya, yang kemudian ditanggapi dengan semangat. Rupanya, pemilik akun yang kini dibobol Davin itu sangat tertarik dengan tawaran Mireya.

'Tetap di rumah sakit sampai beberapa hari ke depan. Buat seolah-olah kondisi lo beneran parah. Gue pengin Davin mendapat sanksi yang lebih berat dari kemarin.'

Dari riwayat obrolan itu, ada selang beberapa detik sebelum akhirnya chat Mireya dibalas.

'Lo te
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Janji Cinta

    "Kak ... kamu serius?"Kanaya menatap Davin dengan lekat. Masih tak percaya dengan apa yang barusan keluar dari bibir lelaki itu.Cinta? Benarkah Davin mencintainya?Sepanjang langkah yang belum pernah mengenal cinta, bohong jika Kanaya tidak merasakan hal yang sama.Di tengah titik terendah hidupnya, Davin datang sebagai lelaki yang mendekati sempurna. Ia sigap membelanya, memeluknya, dan memberikan dukungan penuh atas semua mimpi dan harapan. Lelaki itu yang selalu ada untuknya, memberikan perhatian dan kepedulian. Lelaki itu yang perlahan mampu menggantikan kehadiran sang ayah yang mulai kehilangan perannya. Lelaki itu ... satu-satunya sosok yang bisa dia andalkan, tanpa mengecewakan atau memberikan torehan luka.Entah sejak kapan, Kanaya lupa menyadarinya. Yang jelas, cinta itu jelas ada dalam hatinya. Hanya saja, selama ini ia tak pernah berani mengungkapkan. Ia takut jika perasaan itu bertepuk sebelah tangan dan malah membuat hubungan mereka menjadi renggang. Kanaya tak mau itu

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Pantai Dan Kejutannya

    Hari berganti, minggu berlalu, dan bulan pun terus berjalan. Hampir tak terasa, tiga bulan sudah Kanaya menjalani langkah setelah prahara datang mendera keluarganya.Dalam kurun itu, nyaris tak ada yang berubah. Ayahnya tetap membagi perhatian dengan Mireya dan Kinan, bahkan kerap kali waktu untuk dua perempuan itu jauh lebih banyak dibanding waktunya untuk Kanaya.Sementara Rumi, sampai saat ini Kanaya tetap tidak menemukan jejaknya. Sejak kepergiannya yang terakhir kali, Rumi menghilang bak ditelan bumi. Kanaya sampai menyerah dan berhenti mencari. Ia kini lebih fokus dengan kuliah demi mengejar masa depan. Satu hal yang ia impikan. Ketika kelak bekalnya sudah cukup, ia akan pergi jauh dan menjalani hidupnya sendiri. Tanpa berharap lagi pada ayah atau ibunya.Satu-satunya hal yang berubah—lebih baik, hanyalah hubungannya dengan Davin. Sejak lelaki itu memutuskan untuk tetap tinggal, makin hari keduanya makin dekat. Saling berbagi, saling berkeluh kesah, juga saling menguatkan satu s

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Sesakit Ini, Tuhan

    Setelah tiga hari penuh dirawat di rumah sakit, sore ini Kanaya diizinkan pulang. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Wajah tidak pucat dan tensi sudah normal. Hanya tubuh yang masih sedikit lemah.Namun, kata dokter itu bukan masalah. Asal pola makan dijaga, istirahat cukup, dan rutin meminum obat serta vitamin yang diresepkan, kondisi Kanaya akan pulih dalam waktu dekat.Persis seperti sebelumnya, hari ini pun hanya Davin seorang yang menemani dan membantu kepulangannya. Tidak ada Abi di sana. Pria yang bergelar ayah itu masih sibuk di rumah makan, katanya ada urusan yang tidak bisa ditinggal.Akan tetapi, entahlah. Kanaya tidak sepenuhnya percaya. Terlebih lagi Davin. Sedikit pun tidak menganggap adanya kejujuran dari semua ucapan Abi. Mengingat malam itu yang justru menghilang tiba-tiba dari rumah sakit, dan kembali setelah lewat dini hari, Davin sungguh tak habis pikir. Ke mana otak pria itu, atau ... dari awal memang tak ada otak."Mau langsung pulang atau mampir ke mana dulu? Mun

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Tertipu Mulut Manis

    Di tengah pikiran yang masih tak menentu, Abi mengangkat wajah dan menatap ke segala arah. Sampai kemudian ... sepasang matanya terkunci pada wanita dengan pakaian rumah sakit, sedang duduk di kursi roda dan didorong oleh seorang dokter, di koridor seberang sana.Abi tercekat sesaat. Lantas refleks ia beranjak dan mengayunkan langkah ke arah sana. Parsel buah dan cheesecake ia tinggal begitu saja, demi menghampiri satu sosok yang persis dengan Rumi.Agak cepat Abi berjalan karena langkah dokter di depan sana juga terburu-buru. Namun, ketika jarak tinggal beberapa meter, fokus Abi malah terbagi dengan getar ponsel di saku celananya.Sambil tetap melangkah, Abi merogoh ponselnya dan menatap sekilas nama yang tertera di layar. Nana. Wanita itu yang menghubungi."Halo, Nana, ada apa?""Mas, kamu di mana?""Aku ... baru tiba di rumah sakit. Ada apa?" tanya Abi sambil terus berjalan.Kini, ia dan dokter yang mendorong pasien mirip Rumi sudah berada di koridor yang sama. Jarak mereka tinggal

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Hampir Bertemu

    Tak lama setelah berbicara dengan ayahnya via telepon, Kanaya mulai beristirahat. Ia turuti arahan Davin dan juga dokter yang menangani.Otaknya terlalu lelah untuk meredam semua beban dan masalah yang mendera. Tak akan ada jeda jika dirinya masih terjaga. Oleh sebab itu, Kanaya patuh dan menjemput lelapnya. Berharap kondisi akan sedikit lebih baik di saat ia bangun nanti. Entah kondisi fisik atau pun peliknya jalan hidup. Ya ... semoga saja.Kini, meski Kanaya sudah tenang dalam lelapnya, Davin masih tak beranjak dari tempat duduknya. Ia setia di sana, menjaga dan menemani Kanaya tanpa melewatkan satu detik pun. Ia pandangi deru napas yang lembut itu, lantas wajah ayu yang masih pucat, juga jari-jari lentik yang seakan mengundang untuk terus ia genggam. Senyaman dan sebahagia itu ia saat bersama Kanaya."Nay, maafin aku yang mulai nggak bisa menganggapmu adik. Bagiku sekarang kamu lebih dari itu. Nay, apa kamu akan marah, seandainya aku benar-benar mencintaimu dan berharap kamu bisa

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Makin Dekat

    Awalnya Davin membawa Kanaya ke klinik kampus, mempercayakan keselamatan gadis itu pada tenaga medis yang ada di sana. Namun, karena dua jam lebih diinfus kondisi Kanaya tak kunjung membaik, akhirnya Davin memutuskan untuk membawa Kanaya ke rumah sakit. Wajah pucat, tubuh lemas, dan tekanan darah yang sangat rendah membuat Davin khawatir. Oleh sebab itu, ia memilih menunda urusannya—membersihkan masalah kemarin, demi mengantar Kanaya agar mendapat penanganan yang lebih baik. Dengan dukungan fasilitas yang lebih lengkap dan dokter yang lebih ahli, ia berharap Kanaya lekas pulih dalam waktu dekat. Ia tak tega melihat gadis itu terbaring lemah, sementara sang ayah entah ke mana. Dari detik pertama Kanaya masuk klinik kampus, Davin sudah berusaha menghubungi Abi. Namun, berkali-kali ia menelepon, tak sekali pun Abi meresponnya. Bahkan, saat Davin meninggalkan pesan, Abi masih tak membacanya sampai beberapa jam kemudian. Sampai kini mereka sudah tiba di rumah sakit, Abi masih belum membu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status