Dilan menghela napas panjang, tatapannya masih menancap tajam pada manik mata Tiara. Tangannya yang mengenggam kedua bahu polos gadis itu sedikit mencengkeram erat, menyalurkan rasa cemas sekaligus naluri protektif yang mendadak meluap di dadanya."Kakak gak tenang biarin kamu sendiri di kosan, Tiara. Ibu sama Dita itu makin menjadi-jadi kalau tahu kamu menghilang," tegas Dilan lagi, suaranya terdengar berat dan menuntut.Namun, Tiara sama sekali tak tergertak. Bukannya takut melihat wajah tegang Dilan, gadis itu justru sunggingkan senyum tipis. Dengan gaya polos dan manjanya yang khas, Tiara menggoyangkan bahunya pelan, melepaskan cengkeraman tangan Dilan lalu mengusap rahang tegap pria itu."Kak Dilan... dengarin aku dulu," bisik Tiara lembut, suarasa manja nan serak khas bangun tidur mengalun manis. "Aku ini udah gede. Aku tahu cara jaga diri.""Tapi kamu baru saja serahin semuanya ke Kakak semalam, Tiara. Mana bisa Kakak lepas gitu aja?" balasan Dilan lirih, menyapukan jemarin
Last Updated : 2026-09-02 Read more