Dilan menghentikan langkahnya seketika. Genggaman jemari Ela di pergelangan tangannya terasa dingin dan gemetar, namun permohonan di matanya begitu dalam. Melihat wajah pucat gadis itu dan perban tebal yang masih membungkus bahunya, dada Dilan terasa sesak oleh rasa bersalah. Ia tak tega membentak atau menghempaskan tangan wanita yang baru saja mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkannya. Namun, di sudut pikirannya yang lain, wajah Tiara membayang. Gadis polos itu pasti sedang menunggu di kosan sempitnya, terkurung sendirian dalam cemas dan lapar. Konflik batin menghantam Dilan cukup keras. "Ela... kamu nggak perlu takut. Di luar ada banyak pengawal yang berjaga,," bisik Dilan pelan, berusaha mengurai ketegangan. "Tolong, Pak... Cuma malam ini. Saya takut... Saya cuma mau Pak Dilan ada di sini,” pinta Ela lirih, matanya berkaca-kaca menatap Dilan. Dilan menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan. Setelah sejenak berpikir dan menimbang situasi, akhirnya Dilan memilih tingga
Last Updated : 2026-09-06 Read more