Adrian sempat terdiam sejenak di ambang pintu, menatap Mbak Anita yang berdiri sambil tersenyum sungkan di hadapannya. Melihat ketulusan serta rasa bersalah yang terpancar dari raut wajah ibu kosnya itu, Adrian akhirnya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya santai.“Aduh, padahal gak usah repot-repot lho, Mbak Anita. Tapi berhubung perut saya emang udah mulai lapar dan rezeki gak boleh ditolak, ya udah deh, saya terima tawarannya. Makasih banyak ya, Mbak!”“Sama-sama, Mas Adrian. Yuk, langsung ke rumah Mbak aja di depan, kunci dulu kamarnya,” balas Anita dengan nada lega, matanya berbinar senang karena tawarannya diterima tanpa dendam.Saat Anita berbalik arah memimpin jalan di lorong kos yang remang-remang, pandangan Adrian tak sengaja tertuju pada penampilan ibu kosnya itu dari jarak dekat. Ternyata, Anita sudah berganti pakaian santai untuk malam hari.Wanita itu mengenakan daster rumahan dengan belahan dada rendah, jelas memamerkan bagian atas dadanya yang putih dan berisi.
Last Updated : 2026-09-13 Read more