"Kamu ketemu Adrian di mana, Nak? Sekarang dia ada di mana? Dia baik-baik aja, kan? Dia gak kenapa-kenapa, kan, Sis?""Satu-satu kali nanyanya, Mah! Aku tadi gak sengaja ngeliat dia lagi jalan di trotoar daerah deket sini. Kita baru aja selesai makan siang bareng,” jawab Siska."Syukurlah! Terus sekarang dia ikut kamu pulang, kan? Kamu bawa dia ke mana, Sis?" Maya terdengar terisak lega.Siska menghela napas panjang, meresapi rasa berat di dadanya. "Enggak, Mah. Adrian gak mau pulang. Dia... dia udah bulat banget berniat buat tinggal sendiri."Hening sejenak di seberang telepon, sebelum isakan Maya kembali terdengar, kali ini lebih lirih dan menyayat hati. "Kenapa dia gak mau pulang, Sis? Ini pasti gara-gara Papa kamu kemarin sore.”"Iya, Mah. Dia luka banget sama perkataan Papa. Jadi tolong, Mama jangan paksain dia buat balik dulu sekarang.”"Tapi Sis, Mama khawatir banget... dia mau tinggal di mana? Makan apa nanti?" cecar Maya panik."Mama tenang dulu, ya? Aku cuma mau ngasih tau k
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-10 Mehr lesen