"Jangan bercanda gitu, ah!" seru Adrian kaget, matanya membelalak menatap Anita, Tari, dan Winda secara bergantian. Wajahnya langsung merah padam, sementara tangannya refleks menutupi bagian depan celananya. "Siapa yang bercanda sih, Yan? Kita beneran serius tau! Dari kemarin tuh kita bertiga cuma bisa menebak-nebak pas heboh foto itu. Masa sekarang kita udah di kamar ini, lo masih pelit sih?" balas Anita sambil tersenyum menggoda, menatap tepat ke arah mata Adrian tanpa ada rasa ragu sedikit pun. "Iya, Adrian! Cuma mau liat doang, kok. Langsung pake mata kepala kita sendiri, tanpa terhalang apa pun," timpal Tari dengan nada merengek yang manja. Ia makin merapatkan posisi duduknya di sofa, hingga bahu dan pahanya menempel erat di tubuh Adrian. "Ayolah, Yan... janji deh, rahasia ini cuma sampe di kamar ini aja,” lanjut Tari, membujuk Adrian. "Gak bisa gitu, dong! Kalian ini ada-ada aja," sahut Adrian berusaha membela diri, walau degup jantungnya sudah berpacu makin kencan akibat
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-07 Mehr lesen