Grace terus saja melontarkan kata-kata tajamnya, tak berniat berhenti sedikit pun meski aku sudah berusaha membela diri. “Coba saja lihat dirimu!” serunya lantang sambil menunjuk ke arahku, suaranya bergema di seluruh ruangan. “Pakaianmu begitu sederhana, bahkan nyaris terlihat lusuh—apa kau pikir dengan penampilan seperti ini kau pantas berdiri di antara orang-orang terhormat ini? Kau hanya gadis yang tidak memiliki apa-apa, tidak berdarah mulia, tidak memiliki kekuatan, dan tidak membawa kebanggaan bagi siapa pun. Sejak kecil kau hanya menjadi beban, dan sekarang kau berani masuk ke tempat yang bahkan tidak sanggup kau impikan sebelumnya?” Aku mengeratkan gigi, menahan perih yang merembes ke dada, lalu menjawab dengan suara bergetar namun tegas: “Grace, cukup! Kau tidak tahu keadaan apa yang sedang aku jalani, kau tidak mengerti apa yang telah terjadi padaku, jadi berhentilah berbicara seolah kau mengetahui segalanya.” Namun kata-kataku itu justru memicu gelak tawa dari sekelomp
Last Updated : 2026-09-06 Read more