Pagi hari... Mentari menelusup masuk dan menyilaukan. Aku berusaha menutup mata sejenak sebelum 'tok, tok, tok.' suara ketukan di pintu membuatku terpaksa mau tidak mau bangun dan melihat siapa gerangan yang mengganggu istirahatku pada hari itu. Kakiku turun dari ranjang, menuju ke arah pintu, perlahan membukanya. Ada keraguan saat aku hendak membuka pintu, tapi aku tidak akan tahu siapa yang datang kalau aku tak mencoba membukakannya. Setelah aku membuka pintu, aku melihat beberapa pelayan berderet rapi di depan kamar yang aku huni. Mereka berdiri dengan kepala sedikit tertunduk, membawa nampan berisi makanan dan tumpukan pakaian. Aku sedikit terkejut. "Ada apa? Mengapa kalian ada di sini?" tanyaku, mencoba terdengar setenang mungkin. Salah satu dari mereka, seorang wanita paruh baya dengan seragam rapi, maju selangkah dan menjawab dengan sopan. "Nyonya, kami diperintahkan oleh Tuan untuk mengantarkan makanan dan pakaian hangat untuk Anda," ucapnya. Aku mengang
Last Updated : 2026-09-02 Read more