‘Tapi, mereka tidak benar-benar membutuhkan aku. Hanya karena aku menolongnya kemarin, Mr. Ferdinand jadi perhatian,’ kata Felicia tanpa suara. Ingatan tentang bagaimana dia dipandang rendah, diusir, dan dijadikan bahan gunjingan karena status sosialnya kembali berputar di kepalanya. Felicia menarik napas dalam-dalam, menatap langsung ke manik mata pria paling berpengaruh di kota itu. "Terima kasih banyak atas kebaikan dan perhatian Anda yang begitu besar, Mr. Ferdinand," ucap Felicia dengan nada suara yang bergetar namun sarat akan ketegasan. "Tapi dengan segala hormat, saya tidak bisa menerima tawaran Anda,” katanya lagi. Mr. Ferdinand mengembuskan napas panjang dan menatapnya dalam-dalam. “Kenapa? Apa kamu marah sama saya? Maafkan saya,” kata Mr. Ferdinand. “Maafkan saya, saya tidak marah, tapi kalau saya kembali ke perusahaan Anda, saya hanya akan menjadi bahan olok-olok di mata keluarga Noir,” jawab Felicia. Mendengar jawaban Felicia, Mr. Ferdinand tak bisa berkelit. It
Last Updated : 2026-10-02 Read more