Pagi itu, Aeloria baru saja duduk di bangkunya ketika Freyana meletakkan sekotak roti di atas meja. Vania yang duduk di sampingnya langsung melirik gantungan kunci berbentuk bulan sabit yang tergantung di tas Alaric, yang kebetulan sedang menunggu Aeloria di depan kelas. “Gue baru sadar, ya. Alaric sekarang bawa gantungan kunci lucu begitu,” celetuk Vania sambil menahan senyum. “Biasanya barang-barang dia serem semua. Ini kayak aksesori punya cewek.” Aeloria menutup bukunya dengan keras. “Terus masalah buat elo apa?” “Lah, gue cuma ngomong.” “Ya, ngomong yang ada manfaatnya.” Freyana terkekeh, sementara Vania mengangkat kedua tangan tanda menyerah. Aeloria kembali membuka bukunya, berusaha terlihat tidak peduli meskipun sudut bibirnya hampir terangkat saat melihat gantungan bulan sabit itu masih terpasang di tas Alaric. Belum sempat ia membaca satu halaman penuh, bayangan seseorang muncul di depan pintu kelas. Alaric berdiri sambil menyandarkan bahu ke kusen, kemudian mengangkat
Última atualização : 2026-10-26 Ler mais