Aeloria masih berdiri di depan lemari kosong itu. Matanya menyapu bagian dalamnya sekali lagi, seolah berharap buku yang tadi mereka cari tiba-tiba muncul begitu saja. Debu yang menempel di lantai justru membuat perhatiannya tertuju pada jejak sepatu yang mengarah keluar ruangan, lalu berhenti tepat di depan pintu. “Jadi mereka udah tahu tempat ini dari awal?” tanyanya. Alaric tidak langsung menjawab. Dia berjongkok di dekat jejak kaki, menyentuh permukaan lantai dengan ujung jarinya, lalu berdiri kembali. Aeloria memperhatikan gerakannya dengan alis berkerut, semakin tidak suka karena setiap kali mereka menemukan sesuatu, jawabannya justru terasa semakin rumit. “Bisa jadi,” jawab Alaric. Aeloria mendengus. “Bisa jadi apaan? Bukunya hilang, kuncinya sengaja dikasih ke kita, terus ada jejak kaki di sini. Mereka jelas-jelas pengin kita tahu kalau mereka udah sampai duluan.” “Gue tahu.” “Nah, kalau tahu, jangan diem.” Alaric menatapnya. “Gue lagi mikir.” “Gue juga bisa mikir samb
آخر تحديث : 2026-10-06 اقرأ المزيد