Aeloria mengetuk-ngetukkan pensil ke meja sambil melirik jam dinding kelas. Sejak pagi, ia sudah tiga kali memeriksa ponselnya, berharap ada kabar tentang pertemuan dengan orang yang mengenal Elvan. Namun, layar ponselnya tetap kosong, membuat gadis itu mengembuskan napas kasar dan kembali menatap soal matematika di hadapannya. “Ael, kalau pensil elo diketuk terus, jawabannya nggak bakal muncul sendiri,” bisik Vania. Aeloria menoleh tajam. “Gue tahu! Elo pikir gue sebodoh itu?” “Gue cuma mengingatkan.” “Ya, nggak usah!” Vania mengangkat kedua tangan, memilih kembali mengerjakan tugasnya. Aeloria menggigit ujung pensil, lalu mencoret satu angka yang baru saja ditulisnya. Ia kesal karena tidak bisa berkonsentrasi, tetapi lebih kesal lagi karena harus menunggu kabar yang tidak kunjung datang. Begitu bel istirahat berbunyi, Aeloria langsung memasukkan buku ke dalam tas. Freyana baru saja hendak mengajaknya ke kantin ketika Alaric muncul di depan kelas, membuat beberapa siswa spontan
最終更新日 : 2026-10-23 続きを読む