Jam pulang sekolah akhirnya datang, dan Aeloria langsung memasukkan buku terakhir ke dalam tas. Seharian ini kepalanya sudah penuh dengan berbagai hal, jadi satu-satunya keinginannya adalah pulang tanpa harus mendengar suara orang lain terlalu banyak. Namun, begitu keluar kelas, langkahnya justru berhenti ketika melihat Alaric berdiri di ujung koridor sambil bersandar di dinding. Aeloria menyipitkan mata. “Lo ngapain di sini?” Alaric mengangkat kepala dan menatapnya santai. “Nungguin lo.” “Gue bisa pulang sendiri.” “Gue tahu.” “Terus?” “Gue tetap mau nunggu.” Aeloria mendengus, lalu berjalan melewatinya begitu saja. Baru beberapa langkah, dia mendengar suara langkah Alaric mengikuti dari belakang. Bukannya senang, Aeloria malah memutar mata dan mempercepat langkah, seolah kalau dia berjalan lebih cepat, cowok itu bakal menyerah mengejarnya. “Lo keras kepala banget, sih.” “Lah, yang keras kepala siapa?” Alaric menjawab tenang. Aeloria langsung berhenti dan menoleh.
Última atualização : 2026-09-24 Ler mais