Bel pulang baru saja berbunyi ketika Aeloria menutup bukunya dengan sedikit keras. Ia baru saja memasukkan alat tulis ke dalam tas ketika wali kelas mereka masuk dan memanggil beberapa nama untuk membantu persiapan acara sekolah. Begitu namanya disebut, tangan Aeloria langsung berhenti bergerak, lalu matanya perlahan terangkat menatap sang guru. “Aeloria, kamu bantu koordinasi latihan kelas untuk besok, ya.” Aeloria mengangkat alis. “Saya?” “Iya. Kamu kemarin sudah bagus waktu presentasi. Jadi, Ibu percaya kamu bisa mengaturnya.” Aeloria menarik napas panjang sambil menahan keinginan untuk protes. “Bu, saya bukan ketua kelas.” Beberapa teman langsung tertawa kecil, membuat Aeloria melirik tajam ke arah mereka. Ia bahkan sempat menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi tidak percaya, seolah guru mereka baru saja salah menyebut nama. Namun, setelah melihat wali kelas hanya tersenyum dan tetap pada keputusannya, Aeloria akhirnya mengembuskan napas kasar. “Iya, iya. Saya bantu.
Última atualização : 2026-09-22 Ler mais