Bel pulang baru saja berbunyi ketika Aeloria menutup bukunya cukup keras. Ia langsung memasukkan alat tulis ke dalam tas, berniat meninggalkan kelas secepat mungkin, tetapi langkahnya terhenti ketika seorang guru masuk dan menyebut beberapa nama siswa yang diminta membantu persiapan acara ulang tahun sekolah. “Aeloria, Freyana, Vania, nanti jangan langsung pulang, ya. Kalian bantu dekorasi aula.” Aeloria yang sudah menyampirkan tas ke bahu langsung menoleh. “Hari ini juga, Bu?” “Iya. Besok pagi aula harus sudah siap.” Aeloria mengembuskan napas panjang, lalu menjatuhkan kembali tasnya ke kursi. “Gue kira hari ini bisa pulang cepat.” Freyana menepuk pundaknya. “Nasib.” “Jangan bilang nasib. Ini namanya musibah.” Vania tertawa. “Lo baru juga disuruh dekorasi.” “Gue cuma mau pulang, makan, terus rebahan. Salah?” “Kalau gue jawab iya, lo marah.” Aeloria menatap Freyana tajam. “Pinter.” Mereka bertiga akhirnya membawa beberapa kotak perlengkapan menuju aula. Begitu sa
Última atualização : 2026-09-17 Ler mais