Sera sudah terbiasa dengan rumah yang terlalu besar itu.Ia mulai hafal suara langkah para pelayan, letak ruang makan, perpustakaan kecil di sisi timur, bahkan bunyi pintu kamar Damian ketika pria itu pulang larut malam. Rumah keluarga Wijaya perlahan tidak lagi terasa asing, meskipun tetap menyimpan jarak yang sulit ditembus.Namun, ada satu hal yang belum pernah benar-benar Sera pahami.Damian.Setelah malam demam itu, sikap pria itu memang sedikit berubah. Tidak banyak. Damian masih dingin, masih sibuk, dan masih jarang berbicara lebih dari yang diperlukan. Tetapi Sera mulai menangkap hal-hal kecil yang sebelumnya tidak ada.Cangkir kopinya sering sudah tersedia.Lampu teras selalu menyala ketika ia pulang dari yayasan.Dan beberapa kali, ketika Sera tanpa sengaja bertemu pandang dengannya, Damian akan segera mengalihkan mata.Sera tidak tahu harus menganggap semua itu sebagai apa.Karena pria itu pernah berkata denga
Última actualización : 2026-09-04 Leer más