Sejak malam ketika Damian membiarkannya memegang tangannya, Sera merasa ada sesuatu yang berubah.Bukan perubahan besar.Damian masih Damian yang sama—pendiam, sulit ditebak, dan lebih sering menyimpan kalimat di balik tatapan daripada mengucapkannya. Namun, akhir-akhir ini, ada hal-hal kecil yang tidak bisa lagi Sera abaikan.Damian mulai menunggunya makan.Mulai mengingat kapan ia terlalu lelah.Mulai memperhatikan apakah Sera sudah sarapan atau belum.Dan pagi itu, ketika Damian hendak pergi, ia bahkan berhenti beberapa detik di dekat pintu."Jangan pulang terlalu malam."Sera yang sedang merapikan cangkir menoleh."Kau khawatir?"Damian diam.Tatapannya bertahan sesaat sebelum beralih ke pintu."Aku hanya tidak suka menunggu."Kalimat itu terdengar dingin.Tetapi entah mengapa, Sera justru tersenyum kecil.Ia tidak tahu bahwa beberapa jam kemudian, sesuatu yang jauh leb
Last Updated : 2026-09-10 Read more