Semua informasi yang berhasil dikumpulkan Mitha, foto, kronologi, catatan transfer, bahkan hasil pemindaian surat pernyataan yang ditulis tangan Hansen untuk Wina, dia kirimkan kepada Hansen.Hanya ada satu pesan yang menyertainya: [Nggak merasa perlu kasih penjelasan?]Setelah mengirim pesan itu, Mitha masuk ke kamar mandi. Air hangat mengguyur tubuhnya, tapi tidak mampu mengusir hawa dingin yang seolah sudah meresap hingga ke tulang. Setelah itu, dia berbaring di ranjang yang biasa dia tiduri, menatap langit-langit sambil menunggu ponselnya bergetar atau menyala.Malam itu berlalu dalam keheningan.Pukul tiga dini hari, saat kesadarannya masih terombang-ambing antara tidur dan terjaga, pintu kamar tiba-tiba diketuk tergesa-gesa. Suara pelayan terdengar cemas, "Nona, ayah Nona dan Pak Hansen ada di ruang tamu. Nona diminta segera turun."Mitha mengenakan jubah tidurnya, lalu menuruni tangga melingkar tanpa alas kaki. Lampu ruang tamu masih menyala terang. Ayahnya, Edwin Janesa, duduk
อ่านเพิ่มเติม